Ngopi, Antara Kenikmatan dan ber-Sosial
Ditulis oleh Bedjo di/pada Oktober 29, 2006

Suara Entcourage yang khas menghentikan aku dari nulis, sedetik kemudian muncul text… –Kaffe trinken, Barbara´s Haus– Aha.. satu jam lagi! aku save semua data, dan mandi, siap siap ke rumah Barbara untuk menghadiri acara minum kopi sama orang-orang dari OWI.
Acara minum kopi jadi salah satu jadwal yang aku suka. Dengan itu aku bisa bersosialisasi dengan orang-orang di tempat aku tinggal. Alasannya sih, ya minum kopi! padahal cuman pengen ketemu orang-orang dan ngobrol, biar nggak memble sendirian dirumah. Dan banyak sekali jenis-jenis acara minum kopi baik secara formal atau cuma untuk ber-hahahihi. Dan aku selalu suka.
Lagi-lagi, kopi selalu jadi sasaran cari alasan, kadang aku pengen ketemu dan ngobrol sama seorang teman, aku telpon aja, “Eh Dul, jam 5 besok kita minum kopi di kafe ini yok…” alasan yang pantes, gitu loh!
Kopi juga sangat pantas untuk jadi kambing hitam. kalo aku terlambat pulang, lumrah banget nelpon si schatzie, “Eh Schatz, sorry, aku telat pulang, mau ngopi dulu sama si ini di kafe anu, bye” Luwes kan?
Dan si “Kambing hitam” itu banyak sekali spesies-nya, kopi tubruk, latto macchiato, kopi susu, kopi ginseng, capuccino, eis kaffe,…
Memang sejak pindah ke Jerman intensitas ngopi-ku jadi bertambah. kalo dulu minum kopi cuman pagi dan sore hari, sekarang pagi bangun tidur langsung minum kopi, di kampus saat jam istirahat juga ngopi. setelah makan siang ngopi lagi, sore jam 6 juga ngopi. Belum lagi kalo ada acara ngopi sama orang lain.
Ternyata itu bukan cuma kasus yang menimpa aku, hampir semua orang yang aku kenal hobi banget minum kopi. Padahal kalo dipikir-pikir seharusnya orang di Indonesia sebagai produsen kopi lebih banyak minum kopi dan membikin acara-acara dengan kopi. Tapi kok malah lebih banyakan orang sini ya minum kopi-nya? apa karena disini dingin jadi enak banget buat ngopi? Malah dulu kalo aku pas ngopi dan temanku lihat, keluar komentarnya yang lucu, “Ihh.. ngopi? kamu persis kayak kakek-kakek.” Lha memangnya cuma kakek-kakek ya yang pantes minum kopi?

Maret 27, 2008 pada 9:28 am
kopi??? enak lagi… selain nikmat juga minuman yang “gaya” hehehe