“Selamat Siang..”, Ouhh..
Ditulis oleh Bedjo di/pada Nopember 11, 2006
Siang tadi aku belanja mingguan rame-rame ke Sky-Markt. Nggak ada yang istimewa, tetap seperti acara belanja rutin mingguan seperti dulu-dulu juga. Cuman di supermarkt memang barang-barangnya sudak mulai ada sedikit tambahan, artikel-artikel untuk hari natal sudah mulai muncul, seperti advent kalender, gluhwein, coklat berbentuk Santa Klaus, dan kostum hari natal yang di dominasi warna merah dan putih.
Selesai belanja, bayar di kasir, ngepak barang-barang.. tiba-tiba pundakku ditepuk dengan halus oleh seseorang disusul sapaan ramah seorang cewek.. “Selamat siang..” sekitar tiga detik aku terbengong, mencoba sekuat daya ingat untuk mengulang kata-kata cewek tadi, aneh dan nggak percaya. Setelah otakku mampu kembali pada kenyataan, pelan aku membalikkan badan mencari asal suara tadi, masih sedikit bengong, tanpa senyum, reflek aku balas salam selamat siangnya. Berbarengan dengan itu ingatanku menyergap sangat cepat kedalam kepala, aha.. Heike! wanita cantik yang pernah ngobrol sama aku pada perayaan jubiläum heilpraktiker andalanku beberapa bulan yang lalu. Dia adalah wanita pribumi, tinggal disisi lain kota, yang pernah menetap beberapa tahun di Borneo Kalimantan bersama keluarganya dalam rangka kerja untuk UNO.
Kalaupun aku masih tinggal di bali, bukan hal aneh pada saat belanja ke supermarkt tiba tiba aku disapa seorang kenalan. Tapi disini, ditempat yang jaraknya berribu-ribu kilometer dari tanah air, tiba-tiba mendapat sapaan dalam bahasa Indonesia, itu ruarr biasa sekale! Rasanya lebih merdu dari suara cantiknya Krisdayanti atau Britney.
Dan suara merdu itu tetap mengalun dalam hatiku pada saat makan siang, cerita sama si schatzie, dan saat nulis artikel ini. Ah, indahnya bahasa Indonesia. Sudah lebih setahun aku nggak bicara dalam bahasa itu, melainkan dalam bahasa Inggris atau Jerman. Semoga dalam lima atau sepuluh tahun mendatang aku nggak akan banyak kehilangan kosakata bahasa Indonesia.
